Transisi New Normal di Stasiun Bekasi

Kota Bekasi, Jawa Barat (855.news.com)-- Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melakukan pemantauan kesiapan di Stasiun Bekasi, Rabu (10/6/2020). Kesiapan yang dipantau dalam rangka memasuki pengaturan New Normal.

Wakil Wali Kota tetap mengharapkan masyarakat khususnya penumpang kereta mematuhi protokol kesehatan sehingga pencegahan wabah bisa tuntas dilakukan.

Memasuki Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi sejak 5 Juni 2020 dan dibukanya kembali aktifitas perkantoran di Jakarta, maka membuat jumlah penumpang di stasiun di Kota Bekasi mengalami peningkatan 200% jumlah pengguna KRL dari sebelum adanya transisi New Normal.

"Tapi, pagi ini pemantauan kami jumlah penumpang berangsur menurun," katanya.

Sementara itu untuk KRL, ada aturan baru, dimana kapasitas angkutnya akan ditingkatkan menjadi maksimal 45 persen total kapasitas dari sebelumnya maksimal 35 persen.

Dengan ditambahnya kapasitas penumpang, maka pada fase pertama tersebut, setiap gerbong KRL dapat mengangkut 74 penumpang, dari sebelumnya 60 penumpang

Stasiun Bekasi menerapkan sistem bergantian/pembatasan agar tidak terjadi penumpukan di area peron.
Ada tiga zona yang harus dilewati para penumpang agar tidak saling berhimpitan dalam satu tempat. Lalu Jumlah frekuensi perjalanan dan jarak waktu antarkereta saat ini sudah dimaksimalkan.

Wakil Wali Kota juga sempat melakukan dialog bersama sejumlah penumpang. Mereka banyak menyebutkan menggunakan moda transportasi ini untuk melakukan aktifitas pekerjaan di Jakarta.
Pada kesempatan itu juga melakukan pengecekan kepada penumpang untuk menunjukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).
Dengan adanya pengaturan kapasitas perkantoran di Jakarta sebanyak 50% dan sistem shifting juga telah membantu mengurai antrean di Stasiun Bekasi di jam-jam tertentu.

Dengan peran masyarakat yang menyadari akan pentingnya mengikuti protokol kesehatan mengharapkan pencegahan ini bisa efektif. Sehingga, era new normal bisa beranjak membaik. (chotim).