Gubernur Tegur Wali Kota Bekasi

Kota Bekasi (855.newas.com) - Kebijakan pembukaan tempat hiburan malam di Kota Bekasi mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Dia meminta agar kebijakan ditinjau karena menunggu kondisi benar-benar aman.

Gubernur Jawa Barat menyampaikan hal itu seperti dikutip media. Gubernur bahkan menyebut sudah menegur Walikota Bekasi Rahmat Effendi karena telah membuka tempat hiburan malam.

Ia meminta pembukaan panti pijat, spa hingga karaoke tersebut dilakukan setelah kondisi aman berdasarkan kajian epidemiologi dan kesehatan.

"Soal pariwisata, jadi pertanyaan pariwisata itu ditanya dulu dia ada di zona hitam, zona merah, zona kuning, zona biru? Kalau pariwisata berada di zona biru dan hijau itu sudah mulai boleh tapi bertahap. Apa itu bertahap? Kita harus petakan risiko pariwisata yang risiko kesehatan kecil," kata Ridwan kepada media.

"Maka kemarin saya tegur Wali Kota Bekasi karena melakukan pembukaan risiko tinggi yaitu hiburan malam," katanya.

Disebutkan, kalau ada pariwisata rendah, outdoor dulu, sampai aman. Baru indoor tourism dan sejenisnya. Outdoor juga ditahapkan dulu, bisa tidak single individual dulu? "Misal motoran, sepeda, hiking sendirian, makanya dilarang indoor dulu," katanya.

Informasi Kota Bekasi memang telah membuka beberapa tempat hiburan. Namun memang ada protokol ketat. Pengusaha tempat hiburan seperti panti pijat dan spa harus membatasi jumlah pengunjung dan karyawan diwajibkan mengikuti rapid test dan full memakai masker

Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan surat edaran yang membolehkan kegiatan usaha untuk kembali beroperasi namun dengan prosedur kesehatan yang ketat. Tempat usaha tersebut termasuk kelab malam, karaoke hingga bioskop.

Kebijakan ini tertuang dalam surat edaran dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dengan nomor 556/598-SET.COVID-19. Surat edaran ini ditandatangani Wali Kota Bekasi sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

Selain kelab malam dan karaoke, tempat usaha lain yang diperbolehkan beroperasi yakni kafe, panti pijat, billiard, panti mandi uap, arena bermain anak, dan lain-lain. Pengelola tempat usaha wajib melakukan rapid test kepada karyawan sekurang-kurangnya 20 persen dari total keseluruhan pegawai. Selain itu, pihak tempat usaha wajib menyediakan fasilitas cuci tangan hingga hand sanitizer. (cw)