Pastikan Protokol New Normal, Wakil Wali Kota Bekasi Tinjau Stasiun Kereta

Kota Bekasi, Jawa Barat (855.news.com) - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memantau pelaksanaan protokol kesehatan di Stasiun Bekasi, Senin (15/6/2020). Ia mengapresiasi pembatasan keberangkatan dan pengenaan lengan panjang guna mengantisipasi penularan Covid-19.

Dalam pemantauan, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi pelaksanaan protokol kesehatan, kebersihan fasilitas, jaga jarak, wajib masker, sampai penggunaan lengan panjang bagi calon penumpang commuterline yang sudah diterapkan dan dilaksanakan dengan baik.

"Harapkan dapat meminimalisir resiko penularan covid-19," katanya.

Dijelaskan Tri, aktivitas di DKI Jakarta memasuki tahap new normal, pun pusat perbelanjaan secara serentak mulai berjalan hari ini. Setelah minggu lalu aktivitas perkantoran terlebih dahulu sudah berjalan. ⁣⁣

Sejalan dengan melonjaknya arus pergerakan masal dari Bekasi ke Jakarta, maka Pemerintah Kota Bekasi harus siap menghadapi lonjakan pergerakan ini dalam model new normal. ⁣⁣

"Pagi ini saya meninjau langsung Stasiun Bekasi sebagai salah satu pusat keberangkatan Warga Bekasi yang beraktivitas di Jakarta" katanya.

Pemberlakuan shifting jam kerja, katanya, juga berdampak baik terhadap penumpukan orang, di stasiun misalnya. ⁣

Namun, shifting jam kerja yang selisih 2 jam masih membuat adanya tumpukan penumpang. "Saya mendukung pemberlakuan jam kerja, kalau bisa, baiknya dipersenggang menjadi 3 jam, agar penumpukan calon penumpang dapat lebih diminimalisir," katanya.

Dalam peninjauan tampak petugas gabungan mengimbau para penumpang untuk mengenakan pakaian lengan panjang selama new normal.

Selain itu, petugas menyerukan penggunaan sarung tangan. Hal itu guna menekan angka penyebaran virus Corona (COVID-19).

"Membiasakan menggunakan sarung tangan jadi ini langkah-langkah tambahan preventif," katanya.

Petugas melakukan sosialisasi lewat pengeras suara di hadapan antrean penumpang di gate masuk Stasiun Bekasi.

Para penumpang di stasiun dibatasi 250 orang. Setelah 250 calon penumpang naik ke dalam kereta, 250 calon penumpang berikutnya dipersilakan masuk stasiun. (cw)